Pengembangan Nilai Seni
Sebagai bagian dari pengembangan diri siswa dan siswi SIT Fithrah Insani, pembelajaran dan penguatan nilai seni dalam diri peserta didik menjadi perhatian penting dalam proses pembinaan di SIT Fithrah Insani
Pembinaan Kedekatan Hubungan dengan Kitabullah
Salah satu hal penting dalam menjaga fithrah dan membina insan kamil, pembelajaran tahsin dan tahfizh Al-qur'an diberikan porsi yang cukup besar dalam pembelajaran di SIT Fithrah Insani.
Tahun 2015, Tahun Prestasi
Berbagai prestasi akademik maupun non-akademik telah ditorehkan siswa-siswi Fithrah Insani baik level lokal , Kabupaten,Provinsi hingga Level Nasional!
Pembelajaran dengan Praktik
Belajar dengan mendengar itu baik, belajar dengan membaca itu lebih baik, belajar dengan mengalami itu lebih baik lagi. Maka pembelajaran di SIT Fithrah Insani memberikan pengalaman belajar baik audio, visual, maupun kinestetik.
SD, SMP, dan SMK Lulus UN 100%
Indahnya Kebersamaan
Selasa, 11 November 2014
JANGAN MENUNGGU
Tetaplah Berhusnuzhzhon....
Maka Sultan berkata kpd Kepala Sipir : Mari kita keluar, jalan-jalan di antara penduduk (guna memeriksa dan memantau keadaan mereka). Mereka pun berjalan hingga sampailah di sebuah penghujung desa, dan Sultan melihat seorang pria tergeletak di atas tanah.
Sultan menggerak-geraknnya (untuk memeriksa) dan ternyata pria tersebut telah tewas. Namun anehnya orang-orang yang melintasi dan berlalu lalang di sekitarnya tidak memperdulikannya.
Maka Sultan pun memanggil mereka, tapi mereka tidak mengetahui Sang Sultan,
Mereka berseru : Ada apa?
Sultan : Kenapa pria ini tewas dan tdk seorangpun yang membawanya? Siapa dia? Dan diman keluarganya?
Mereka berujar : Ini orang zindiq, suka minum khomar, pezina.
Sultan menimpali : Namun bukankah dia dari golongan umat Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam? Ayo bawa dia ke rumah keluarganya. Maka mereka pun membawanya.
Ketika sampai di rumah, istrinya pun melihatnya dan langsung menangis. Dan orang-orangpun mulai beranjak pergi, kecuali Sang Sultan dan Kepala Sipir. Di tengah tangisan si wanita (istri si mayit), dia berseru kepada Sultan (namun wanita tersebut tidak mengetahuinya) : "Semoga Allah merahmatimu wahai wali Allah, aku bersaksi bahwa engkau sungguh wali Allah."
Maka terheranlah Sultan Murod dengan ucapan wanita tersebut, dan berkata : Bagaimana mungkin aku termasuk wali Allah sementara orang-orang berkata buruk terhadap si mayyit, hingga mereka enggan mengurusi mayatnya. (Sultan merasa heran, bagaimana mungkin seorang zindiq ditolong oleh wali Allah).
Wanita pun menjawab : Aku sudah duga hal itu, Sungguh suamiku setiap malam pergi ke penjual arak/khomar lantas membeli seberapa banyak yang dia bisa beli, kemudian membawanya ke rumah kami dan menumpahkan seluruh khomar ke toilet, dan dia (suami) berkata : Semoga aku bisa meringankan keburukan khomar dari kaum muslimin.
Suamiku juga selalu pergi kepada para zaniah/pelacur dan memberinya uang, dan berkata : malam ini kau ku bayar dan jangan kau buka pintu rumahmu (untuk melacur) hingga pagi,
Kemudian suamiku kembali ke rumah dan berujar : Alhamdu lillah, semoga dengan itu aku bisa meringankan keburukannya (pelacur) dari pemuda-pemuda muslim malam ini.
Namun sementara orang-orang menyaksikan dan mengetahui bahwa suamiku membeli khomar, dan masuk ke rumah pelacur, dan lantas mereka membicarakan suamiku dgn keburukan.
Pernah suatu hari aku berkata pada suamiku : Sungguh jika seandainya engkau mati, maka tidak akan ada orang yang akan memandikanmu, menyolatkanmu, dan menguburkanmu.
Suamikupun tersenyum dan menjawab : Jangan khawatir Sayangku... Sultan/Pemimpin kaum muslimin lah yang akan menyolatkanku beserta para ulama dan pembesar-pembesar negeri lainnya.
(Setelah mendengarnya) Sultan pun menangis lantas berkata : Suamimu benar,
Demi Allah aku adalah Sultan Murod Ar-Robi`,
Dan besok kami akan memandikan suamimu, menyolatkannya dan menguburkannya.
Dan diantara yang menyaksikan jenazahnya adalah Sultan Murod, para ulama, para masyayikh dan seluruh penduduk kota.
================================
Moral kisah ini adalah, janganlah kita terburu-buru menilai seseorang dari kulit luarnya, dari tampak lahirnya saja. Senantiasa siakan ribuan bahkan jutaan prasangka baik (husnuzhzhon) atas apa yang kita lihat dan kita dengar.
Kalau orang barat mengatakan "Don't judge book by the cover", maka pegangan kaum muslimin adalah surat Al- Hujurat (49) ayat 12 :
"Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang."
by Didik Agus T at 11/10/2014 05:32:00 PM
Senin, 10 November 2014
Nasihat Seorang Arab Kepada Putranya
Wahai puteraku …
Agar engkau menjadi seorang raja yang berwibawa di hadapan manusia ..
Janganlah berbicara dalam berbagai urusan ..
Kecuali setelah mengecek kebenaran sumbernya ..
Dan jika seseorang datang membawa berita, cari bukti kebenarannya sebelum dengan berani engkau berbicara ..Hati-hati dengan isu .. jangan percayai setiap yang dikatakan, jangan pula percaya sesuatu yang setengah engkau lihat ..
Dan jika engkau mendapatkan cobaan berupa seorang musuh .. hadapi dengan berbuat baik kepadanya .. tolak dengan cara yang lebih baik, niscaya permusuhan itu berubah menjadi cinta kasih.
Minggu, 09 November 2014
Brosur SDIT Fithrah Insani PPDB T.P.2015/2016
Selasa, 04 November 2014
Rabu, 22 Oktober 2014
Senin, 20 Oktober 2014
Memasuki Tahun Baru dengan Semangat Hijrah
Momentum Muharram sungguh sangat berharga untuk kita lewatkan, olehnya mari kita sejenak mengkaji Keutamaan Bulan Muharram yang disebutkan dalam Al-Quran maupun Al-Hadits. Diantara keuatamaan bulan Muharram adalah:













