Pengembangan Nilai Seni

Sebagai bagian dari pengembangan diri siswa dan siswi SIT Fithrah Insani, pembelajaran dan penguatan nilai seni dalam diri peserta didik menjadi perhatian penting dalam proses pembinaan di SIT Fithrah Insani

Pembinaan Kedekatan Hubungan dengan Kitabullah

Salah satu hal penting dalam menjaga fithrah dan membina insan kamil, pembelajaran tahsin dan tahfizh Al-qur'an diberikan porsi yang cukup besar dalam pembelajaran di SIT Fithrah Insani.

Tahun 2015, Tahun Prestasi

Berbagai prestasi akademik maupun non-akademik telah ditorehkan siswa-siswi Fithrah Insani baik level lokal , Kabupaten,Provinsi hingga Level Nasional!

Pembelajaran dengan Praktik

Belajar dengan mendengar itu baik, belajar dengan membaca itu lebih baik, belajar dengan mengalami itu lebih baik lagi. Maka pembelajaran di SIT Fithrah Insani memberikan pengalaman belajar baik audio, visual, maupun kinestetik.

SD, SMP, dan SMK Lulus UN 100%

Indahnya Kebersamaan

Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Minggu, 05 Oktober 2014

Arafah

Arafah adalah Hari Perenungan... Sebuah perenungan tentang Sang Khalik.. Sebuah perenungan tentang untuk apa kita diciptakan..

Arafah adalah sebuah miniatur padang Mahsyar.. Mahsyar adalah sebuah hari dimana manusia akan ditimbang kadar Al-Haq dalam dirinya.. Mahsyar adalah sebuah hari yang sangat terik yang tidak ada penghalang atasnya... Mahsyar adalah sebuah hari yang mencekam dimana manusia ditimpa resah dan gelisah.. Kegelisahan yang teramat sangat karena Mahsyar adalah hari penantian tentang nasib manusia apakah ia akan masuk surga atau neraka.. Mahsyar adalah sebuah hari penyesalan.. Sebuah penyesalan karena manusia telah lalai menunaikan dharma untuk apa ia dicipta.. Sebuah penyesalan karena manusia lalai untuk beramal shaleh semasa hidup di alam dunia.. Sedemikian dahsyatnya Mahsyar, sehingga manusia kelak akan mencari perlindungan walau hanya pada sebutir kurma yang pernah ia sedekahkan..

Kamis, 04 September 2014

7 Hikmah dan Keutamaan Qurban 'Idul Adha

Sebentar lagi kita akan kedatangan tamu istimewa, Hari Raya ‘Idul Adha, dimana di hari itu dan hari tasyrik dilakukan penyembelihan hewan qurban. Jika Anda belum memutuskan untuk berkurban tahun ini, ada baiknya Anda menyimak hikmah dan keutamaan qurban pada hari-hari tersebut:


1. Kebaikan dari setiap helai bulu hewan kurban

Dari Zaid ibn Arqam, ia berkata atau mereka berkata: “Wahai Rasulullah SAW, apakah qurban itu?” Rasulullah menjawab: “Qurban adalah sunnahnya bapak kalian, Nabi Ibrahim.” Mereka menjawab: “Apa keutamaan yang kami akan peroleh dengan qurban itu?” Rasulullah menjawab: “Setiap satu helai rambutnya adalah satu kebaikan.”Mereka menjawab: “Kalau bulu-bulunya?”Rasulullah menjawab: “Setiap satu helai bulunya juga satu kebaikan.” [HR. Ahmad dan ibn Majah]

2. Berkurban adalah ciri keislaman seseorang

Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda: “Siapa yang mendapati dirinya dalam keadaan lapang, lalu ia tidak berqurban, maka janganlah ia mendekati tempat shalat Ied kami.” [HR. Ahmad dan Ibnu Majah]

3. Ibadah kurban adalah salah satu ibadah yang paling disukai oleh Allah

Dari Aisyah, Rasulullah SAW bersabda: “Tidak ada amalan anak cucu Adam pada hari raya qurban yang lebih disukai Allah melebihi dari

Minggu, 17 Agustus 2014

3 Ciri Orang Yang Memiliki Uluwwul Himmah(semangat tinggi) dalam mendidik/dawah

Subhanallah...Ada 3 Ciri Orang Yang Memiliki Uluwwul Himmah(semangat tinggi) dalam mendidik/dawah....:

1. Laa yaqif 'indal 'awaaiq (tidak berhenti jika mendapat halangan atau tantangan)
Halangan bisa keterbatasan fisik,miskin,tua dll

Contoh Abdullah bin Ummi Maktum walau buta tetapi beliau datang untuk mengucapkan syahadat,
Lihat sebab turun awal surat Abasa.
Contoh lainnya ialah sahabat Abu ayyub al anshori ra walau tua tapi beliau tetap mau ikut jihad. Anak-anaknya melarang, tetapi beliau bersikeras dan membacakan firman Allah swt dlm surat at-Taubah ayat 41

2. At taqollul minar rukhshoh (tidak banyak mengambil keringanan-keringanan)

Pendidik yang memiliki uluwwul himmah tidak banyak minta dispensasi.

Generasi ‘Rabbani’

LABEL rabbani menggambarkan generasi emas umat (golden age) Islam. Generasi rabbani adalah generasi yang sukses, posisinya selalu berada dalam garis ajaran Islam, dan selalu mengajak orang lain untuk dekat dengan Allah. Generasi rabbani, generasi yang akan selalu berada di barisan terdepan dalam menegakkan kalimatullah, menegakkan syariat Islam. Generasi rabbani menjadi teladan karena secara duniawi generasi ini adalah orang-orang yang kaya jiwa dan unggul dari sisi ketaqwaannya.

Dari segi bahasa, kata rabbani diambil dari kata dasar Rabb, yang artinya Sang Pencipta, Pengatur, dan Pelindung makhluk, yaitu Allah. Kemudian diberi imbuhan huruf alif dan nun (rabb + alif + nun = Rabbanii). Dengan imbuhan ini, makna rabbani adalah orang yang memiliki sifat sesuai dengan apa yang Allah harapkan. Kata rabbani merupakan kata tunggal, untuk menyebut sifat satu orang. Sedangkan bentuk jamaknya adalah rabbaniyun.

Ali bin Abi Thalib ra, mendefinisikan rabbani sebagai generasi yang memberikan santapan rohani bagi manusia dengan ilmu (hikmah) dan mendidik mereka atas dasar ilmu. Sementara Ibnu Abbas ra dan Ibnu Zubair mengatakan, “rabbaniyun adalah orang yang berilmu dan mengajarkan ilmunya.” (Kitab Zaadul Masir fi Ilmi at-Tafsir, karya Ibnul Jauzi; 1/298):

Menyemai generasi rabbani
Rasulullah saw berpesan: “Fazfar bizatid din, taribat yadaka”